Pengaruh Rendam Air Hangat Pada Kaki Terhadap Insomnia Pada Lansia Di Desa Tengah Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018

Kristina Kristina

Abstract


Insomnia adalah gejala yang dialami klien ketika mereka mengalami kesulitan tidur kronis, sering terbangun dari tidur, dan atau tidur pendek atau tidur non-restoratif. Penanganan insomnia pada lansia dapat dilakukan dengan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu jenis penanganan insomnia non farmakologis pada lansia adalah merendam kaki dengan air hangat. Rendam air hangat pada kaki merupakan teknik stimulasi tidur yang dilakukan dengan cara merendam kaki pada air hangat bersuhu 37°C-39ºC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rendam air hangat pada kaki terhadap insomnia pada lansia di Desa Tengah Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan jenis quasi eksperimen dengan menggunakan metode one group pretest and posttest desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di Desa Tengah dusun I dan dusun II dengan usia diatas 60-74 tahun. Jumlah populasi yang didapatkan yaitu sebanyak 53 lansia. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan cara non probability sampling dengan teknik purposive sampling didapatkan sebanyak 20 orang. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired t-test. Hasil uji hipotesis yang ditunjukkan dengan menggunakan uji paired t-test adalah nilai sig sebesar 0.000 (< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh rendam air hangat pada kaki terhadap insomnia pada lansia di Desa Tengah Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh rendam air hangat pada kaki terhadap insomnia pada lansia di Desa Tengah Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018. Rendam kaki dengan air hangat dapat digunakan sebagai salah satu alternatif tindakan untuk mengurangi insomnia dan sebagai acuan dalam upaya peningkatan kesehatan lansia.

Keywords


Rendam Air Hangat, Insomnia, Lansia

Full Text:

PDF

References


Azizah, L. M, (2011). Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Bandiyah, S. 2017. Lanjut Usia (Lansia) Dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.

Dewi, PA. 2013. Angka Kejadian serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Tidur (Insomnia) Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar Bali.

Dinas Kesehatan. 2014. Manfaat dan Kerugian Air Hangat. Diakses dari http://dinkes.jogjaprov.go.id/berita/detil_berita/623-dibalik-manfaat-ada-rugi-mandi-air-hangat pada tanggal 19 Januari 2014

Fatimah. Merawat Manusia Lanjut Usia Suatu Pendekatan Proses Keperawatan Gerontik. Jakarta : TIM, 2010.

Guyton and Hall. 2010. Textbook of Medical Physiology, 12th ed. Jakarta: EGC.

Khasanah. K, 2012. Kualitas Tidur Lansia di Balai Rehabilitasi Sosial Semarang. ejournals1.undip.ac.id.1 (1).189-196 : Semarang.

Khotimah. 2012. Pengaruh Rendam Air Hangat Pada Kaki Dalam Meningkatkan Kuantitas Tidur Lansia. Skripisi, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang.

Ningrum, Destiana A. 2012. Perbandingan Metode Hydrotherapy Massage dan Massage Manual Terhadap Pemulihan Kelelahan Pasca Olahraga Anaerobic Lactacid. Bandung; Repository.UPI.Edu.

Nursalam, 2011. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis Dan Instrument Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Padila. 2013. Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.

Potter, P.A & Perry, (2010). Fundamental Keperawatan. Edisi 7. Vol 2, Jakarta: Salemba Medika.

Priyoto. 2015. Nursing Intervention Classification (NIC) Dalam Keperawatan Gerontik. Jakarta: Salemba Medika.




DOI: https://doi.org/10.51849/j-bikes.v1i1.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.